Home » » 6 Hal yang Wajib Diketahui Penulis Sebelum Mengirim Naskah!

6 Hal yang Wajib Diketahui Penulis Sebelum Mengirim Naskah!

Written By Siti Al-Muhajirin on Rabu, 08 Mei 2019 | Mei 08, 2019


“Menulis itu pekerjaan manusia, mengedit adalah pekerjaan Tuhan.”-Stephen King, On Writting


Apakah di antara kita sudah tahu, kriteria mengirim naskah ke penerbit buku? Apa sih yang diinginkan oleh editor lewat naskahmu? Unik? Twist? Atau tulisan rapi?
Berbicara mengenai penilaian editor, kita harus tahu poin-poin apa saja yang bisa bikin editor tersenyum lihat naskahmu.

Eits, ini berlaku ke semua penulis ya. Baik itu kamu menerbitkan naskah secara gratis ataupun berbayar. Meski kamu pakai sistem penerbitan berbayar tapi naskahmu saltik kepenulisan luar biasa, cerita datar atau tidak masuk akal, dan mengandung unsur SARA. Apa naskahmu akan lolos editing dengan mudah oleh editor? Belum tentu.

Lalu bagaimana cara agar naskahmu lolos tahap editing? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Bentuk Dan Tampilan Naskah

Pertama kali yang dilihat oleh editor, ketebalan naskahmu. Apakah sudah sesuai dengan persyaratan atau tidak? Jika tidak sesuai persyaratan yang berlaku. Siap-siap saja deh naskahnya bakalan good bye, alias dipulangkan kembali ke penulis.
Kedua, editor akan membaca surat pengantar, biodata, serta sinopsis (kalau ini tergantung kebijakan penerbitan) terlebih dahulu. Bila bagian pengantar menarik, editor akan lebih semangat untuk melanjutkan menilai naskahmu.

Tema

Berbicara mengenai tema,  sudah tidak ada lagi tema yang baru di dunia ini. Banyak yang menggunakan tema yang sama, mungkin termasuk kamu juga telah memakainya. Lalu apa yang dilihat oleh editor? Kamu tahu, enggak?
Biarpun tema ceritamu telah basi, tapi cara kamu berkisah, cara mengambil sudut pandang, dan cara menyajikan konflik tentu harus dibuat baru. Kenapa?
Agar si calon pembaca tidak merasakan kebosanan pada cerita yang kamu suguhkan. Bayangkan saja, si pembaca sudah lebih dari sepuluh buku yang dia baca mengenai tema cinta, tetapi jalan ceritanya begitu saja, endingnya relatif sama, konflik hampir sama. Lalu apakah mereka akan melanjutkan ceritamu?  Saya yakin, tidak akan lanjut baca. Begitu juga menurut editor, naskahmu siap-siap akan masuk penolakan.

Jadi, jadilah penulis yang cerdas dalam menyuguhkan cerita. Tampilkan twist ceritamu  dan tentukan konflik yang segar dan cerdas
Oh iya, pemilihan tokoh dan tema yang sama tidak diharamkan untuk digunakan kembali, tetapi kamu  harus hati-hati dalam stereotipe cerita yang sering muncul, juga pada cerita yang terlalu hitam putih sehingga menjadi tidak menarik lagi dibaca.

Gaya Bahasa

Gunakan gaya bahasa yang pas, tentu yang sesuai dengan sasaran pembaca novel kamu. Maksudnya begini, misalkan novel pop remaja, tentu kamu bisa menyelipkan jargon yang sedang tren di kalangan remaja. Sebaliknya, novel dewasa lebih baik menggunakan bahasa santai tapi baku.
Bahasa baku bisa kamu tulis di dalam narasi dan deskripsi cerita.

sementara percakapan kamu bisa mengeksplor kata-kata yang sedang tren di kalangan remaja atau setidaknya sesuai dengan isi novelmu.
Jangan pernah gunakan bahasa alay, bahasa SMS, atau bahasa yang disingkat. Jika tidak ingin naskahmu ditolak CV At Press.

Pertama-tama

Apa sih yang dimaksud ‘pertama-tama’, pertama di sini adalah kalimat pertama, adegan pertama, paragraf pertama, halamn pertama dan semua yang menyangkut embel pertama akan berdampak pada hidup-mati novelmu. Kalau kamu sukses merebut perhatian editor, kemungkinan besar dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan novelmu akan terpajang  di penerbitan At Press.

Mau enggak karyanya mejeng di At Press Sumatera?
Kalau mau, hindari kalimat yang menggunakan waktu, cuaca, kalimat “KRIIIIING!!!”  atau yang sejenisnya, jika tidak mau naskahnya AUTO TOLAK!

Buat adegan pembuka yang mengentak, mengagetkan, membangunkan, memberi semangat ... atau buat adegan romantis dan mendetail.

Halaman Selanjutnya

Setelah keempat poin di atas terpenuhi, poin yang berikutnya yang harus kamu tahu adalah gaya bercerita.  Bagaimana membuat gaya bercerita menarik dan enak dibaca? Caranya coba kamu membaca ceritamu keras-keras. Pastikan telinga mendengar dengan jelas.

Bagaimana hasilnya setelah membaca cerita sendiri? Apa kalimatnya mengalir, kata-katanya mengalun, pilihan kata menarik atau justru terdengar kaku bahkan tidak bergairah untuk lanjut membacanya?  Nah, kamu bisa menentukan sendiri seperti apa gaya ceritamu. jika di halaman-halaman pertama saja bikin editor mengantuk, apa dia akan melanjutkan ceritamu kembali? Tentu tidak. Jadi, buatlah gaya cerita yang menarik dan tentunya logis juga ceritamu.

Logis cerita di sini, misalkan tokoh utama mati ditabrak, eh kemudian di halaman-halaman berikutnya dia ada lagi, tapi tak ada kejadian kronologis yang mendetail mengenai tokoh utamamu. Itu artinya cerita yang kamu buat ngawur, tidak memperhatikan bagian yang mendetail pada ceritamu. bagaimana cerita bisa logis? Gunakan riset dan cari berbagai hal yang bisa mendukung argumentasimu dalam berceritanya, setidaknya bisa kamu tunjukan ke editor ini loh penyebab tokoh utamanya mati dan blabla ....

Adegan pornografi  yang dirasa vulgar atau biasanya editor menyebut adegan  ‘ena ena ena’ siap saja naskah ditolak, walaupun naskahmu sudah sangat baik, tetap saja tidak menjamin bisa terbit di At Press karena berujung pada permasalahan  ke depannya.

Dan Akhirnya

Poin terakhir yaitu ending cerita. Ending ini penting karena—biasa, sudah merasa mau selesai—penulis malah menuliskan atau menciptakan bagian akhrinya terburu-buru. Akhirnya, ending novel jadi garing. Ending seperti ini pastinya akan menjadi antiklimaks buat pembaca yang sudah terhibur sepanjang novel dan tentu saja pembaca akan menutup novel dan berhenti membaca di tengah-tengah. Pasti kamu akan merasa sedih, kan?

Jadi, pikirkan matang-matang terlebih dahulu, ending seperti apa yang ingin kamu suguhkan. Jangan sampai kamu harus merevisi ulang dari awal.

Begitulah tips dari MinMel untuk teman-teman At Press lovers. Semoga bermanfaat bagi kamu yang ingin menerbitkan buku atau mengirim naskah ke penerbit.


Artikel oleh: Helen Amelia
Admin At press Sumatera



SHARE

About Siti Al-Muhajirin

0 komentar :

Posting Komentar